Hari ini adalah hari ke 4 aku bekerja dari rumah. Aku memulai pagi ini dengan suasana yang tenang, tidak tergesa-gesa seperti biasanya ketika harus berangkat ke tempat magang.
Tidak ada alarm yang memaksa ku bangun terlalu pagi, dan tidak ada kemacetan yang harus aku hadapi. Namun, bekerja dari rumah tidak selalu seindah yang dibayangkan.
Setelah bangun dari kasur, aku membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu sarapan di meja makan. Rasanya nyaman sekali bisa bekerja dari rumah, tetapi ada tantangan besar yang selalu menghantui ku, yaitu rasa malas.
Apalagi, rumah ini penuh dengan hal-hal yang membuatku ingin menunda pekerjaan, seperti sofa empuk, kasur kesayangan, dan sosial media yang selalu menemani ku dikala waktu kosong.
Pukul 8 pagi, aku mencoba memulai hari dengan membuka laptop dan absen magang. Agenda hari ini tidak jauh beda dari hari biasanya, seperti membuat artikel atau membuat diary.
Aku menyusun to-do list seperti yang biasa aku lakukan di tempat magang, agar tetap terarah meskipun bekerja dirumah. Salah satu hal yang aku pelajari sejak mulai remote adalah pentingnya memiliki rutinitas, bahkan ketika tidak ada orang yang megawasi.

Hari ini aku memutuskan untuk membuat diary dan merapikan tulisan artikel ku kemarin. Aku duduk di sofa empuk di ruang tamu. Di sana, aku sudah menata semuanya agar nyaman, seperti laptop, hp, air putih, dan camilan untuk mengganjel perut.
Meski ruangannya sederhana, aku mencoba menjadikannya tempat yang kondusif untuk bekerja. Tapi tetap saja, suasana rumah sering kali membawa tantangan tersendiri.
Salah satunya adalah gangguan dari suara-suara di rumah. Tadi pagi, ada suara blender dari dapur karena bundaku sedang menyiapkan bumbu untuk dimasak. Belum lagi suara tetangga yang sedang memperbaiki sesuatu di rumahnya.
Kadang, aku merasa sulit untuk benar-benar fokus. Untungnya, aku selalu membawa TWS (True Wireless Stereo) untuk membantu meredam kebisingan dengan mendengarkan musik.
Menjelang siang, aku memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Aku meluangkan waktu untuk makan bersama keluarga, mumpung ayah lagi dirumah, jadi lengkap deh. Inilah salah satu keistimewaan bekerja dari rumah, jadi punya kesempatan untuk lebih sering kumpul dengan mereka.
Biasanya, kalau lagi di kost, aku hanya makan bersama temanku saja. Tapi hari ini, aku bisa makan siang sambil mengobrol dan bercanda dengan keluarga dirumah.
Namun, setelah makan siang, tantangan lain muncul: rasa mengantuk. Di jam-jam seperti ini, semangat kerja sering kali menurun. Aku mencoba mengatasinya dengan meminum kopi yang cukup membantu menghilangkan rasa ngantuk dan mengembalikan energiku.

Sore hari, aku melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Tugas-tugas mulai selesai satu persatu, meskipun tidak semudah itu untuk menjaga fokus. Aku menyadari bahwa bekerja dari rumah membutuhkan disiplin yang jauh lebih besar dibandingkan bekerja di tempat magang.
Di tempat magang, ada teman-teman yang bisa diajak berdiskusi dan suasana profesional yang membantu meningkatkan produktivitas. Sementara di rumah, aku harus menciptakan itu semua sendiri. Sebelum menutup aktivitas hari ini, aku mengisi jurnal terlebih dahulu sebagai bukti jika aku mengerjakan tugas.
Menjelang malam, aku merasa cukup puas dengan apa yang sudah kucapai hari ini. Meski ada banyak godaan, aku berhasil menyelesaikan semua tugas sesuai jadwal. Setelah mematikan laptop, aku mengambil waktu untuk besantai di kasur kasur sembari menonton film.
Bekerja dari rumah memang memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, ada fleksibilitas dan kenyaman. Tapi di sisi lain, ada tanggung jawab besar untuk menjaga produktivitas.
Aku belajar bahwa kunci keberhasilan bekerja dari rumah adalah disiplin, manajemen waktu yang baik, dan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri.
Hari ini mungkin tidak sempurna, tetapi aku merasa bersyukur bisa bekerja dengan cara seperti ini. Meskipun kadang merindukan suasana tempat magang, aku menikmati kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan rumah. Semoga kedepannya aku bisa lebih baik lagi!
You are not authorised to post comments.